BeritaInfoJitu, Jakarta — Hari-hari di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Jakarta berjalan perlahan bagi keluarga Muhammad Satria Bismillah. Di ruang perawatan rumah sakit rujukan nasional tersebut, pasien yang tengah berjuang melawan penyakit autoimun Transversus Myelitis menjalani rangkaian perawatan medis dengan pendampingan penuh dari orang tuanya.
Transversus Myelitis merupakan kondisi peradangan pada sumsum tulang belakang yang memerlukan penanganan khusus dan pemantauan berkelanjutan. Tim medis RS PON Jakarta terus memberikan layanan sesuai standar, sementara keluarga memilih bertahan, satu hari ke hari berikutnya, menunggu perkembangan terbaik.
Bagi orang tua Muhammad Satria Bismillah, mendampingi proses perawatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga menjaga ketenangan dan harapan. Dalam keterbatasan, mereka berusaha menjalani semuanya dengan tenang, seraya mempercayakan sepenuhnya proses medis kepada tenaga kesehatan.
“Yang terpenting bagi kami saat ini adalah anak kami mendapatkan perawatan terbaik dan bisa melalui masa ini dengan baik,” ujar anggota keluarga dengan suara pelan.

Di tengah proses tersebut, keluarga berharap perhatian dan kepedulian dapat hadir dari berbagai arah. Tidak dalam bentuk tuntutan, melainkan sebagai wujud empati yang sering kali menjadi penopang bagi keluarga pasien dengan perawatan jangka panjang.
Perhatian itu, menurut keluarga, bisa datang dari siapa saja—masyarakat, lingkungan sekitar, maupun pemerintah di tingkat pusat dan daerah, termasuk DKI Jakarta dan wilayah Tangerang.
Bagi keluarga, kehadiran tersebut menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Dukungan moral, perhatian, dan doa dirasakan memiliki arti yang besar dalam menjaga semangat selama mendampingi pasien.
Keluarga juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menunjukkan solidaritas secara sukarela. Bentuk dukungan tersebut dipandang sebagai bagian dari kepedulian sosial, bukan kewajiban.
“Setiap perhatian adalah penguat. Kami sangat menghargai doa dan dukungan dari siapa pun,” kata keluarga.
Bagi masyarakat yang ingin membantu secara sukarela, keluarga menyampaikan bahwa dukungan dapat disalurkan melalui rekening orang tua pasien atas nama Agung Teguh Nugroho di Bank BCA nomor 0678120041, atau dengan memberikan dukungan langsung kepada keluarga pasien di RS PON Jakarta sesuai dengan ketentuan rumah sakit.
Pengamat sosial menilai, kisah pasien dengan penyakit langka seperti Transversus Myelitis kerap menjadi cermin pentingnya sinergi antara layanan kesehatan, empati publik, dan perhatian negara.
“Dalam situasi seperti ini, kehadiran yang paling berarti sering kali bukan sekadar kebijakan, melainkan rasa kebersamaan,” ujarnya.
Di ruang perawatan RS PON Jakarta, keluarga Muhammad Satria Bismillah terus menjaga harapan. Bagi mereka, setiap bentuk perhatian—sekecil apa pun—menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. (RR, Foto: dok.pribadi)


















