BeritaInfoJitu, Jakarta – Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 hadir sebagai momentum strategis dalam memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus memperluas jejaring pendidikan global berbasis nilai-nilai halal dan keberlanjutan. Mengusung semangat kolaborasi lintas sektor, PHI 2026 menjadi wadah integrasi antara industri halal, institusi pendidikan, pelaku usaha, akademisi, serta komunitas internasional dalam satu platform terpadu.
Kegiatan yang akan digelar secara hybrid ini dirancang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri guna membangun sinergi pengembangan ekonomi halal yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global. Tidak hanya menampilkan pameran produk halal unggulan, PHI 2026 juga menghadirkan forum pendidikan, konferensi internasional, business matching, kompetisi inovasi, hingga program sertifikasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Ketua Panitia PHI 2026 menyampaikan bahwa integrasi antara industri halal dan pendidikan menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan ekonomi global.
“Pekan Halal Indonesia 2026 bukan sekadar ajang pameran, tetapi menjadi platform strategis untuk membangun konektivitas antara dunia industri dan dunia pendidikan. Kami ingin menciptakan ekosistem halal yang kuat, modern, dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masa depan,” ujar Vibiadhi Swasti Pradana selaku Direktur PT Debindo.
PHI 2026 juga membuka peluang kolaborasi internasional melalui kehadiran universitas, lembaga riset, investor, dan perusahaan dari berbagai negara. Fokus utama tahun ini meliputi pengembangan halal food, modest fashion, halal tourism, halal lifestyle, teknologi halal, hingga digitalisasi industri berbasis syariah.
Dalam sektor pendidikan, sejumlah agenda unggulan akan digelar seperti seminar internasional, pertukaran akademik, pelatihan kompetensi halal, dan inkubasi startup mahasiswa. Program ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas generasi muda Indonesia agar mampu menjadi pemain utama dalam industri halal global yang terus berkembang pesat.
Sementara itu, EduNation Festival akan menjadi ruang kolaborasi pendidikan modern yang mempertemukan sekolah, universitas, lembaga pelatihan, dan institusi internasional untuk menghadirkan program pendidikan masa depan yang relevan dengan kebutuhan industri global. Festival ini juga akan menghadirkan seminar inspiratif, career expo, student innovation showcase, hingga program pertukaran pendidikan internasional.

Menurut Ustaz Ali, kolaborasi antara EduNation dan Pekan Halal Indonesia merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan dan nilai-nilai halal.
“Kami ingin Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar Muslim terbesar, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi berdaya saing global,” tambahnya.
Penguatan kolaborasi ini juga didukung oleh data dan potensi nyata pengembangan ekonomi halal nasional. Perwakilan KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah), Muhammad Quraisy,Ph.D. memaparkan bahwa Indonesia memiliki modalitas besar dalam pengembangan industri halal, mulai dari tingginya konsumsi produk halal, kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional, hingga pertumbuhan sertifikasi halal yang terus meningkat.
Pekan Halal Indonesia 2026 menargetkan ribuan peserta dari kalangan pelaku UMKM, korporasi, akademisi, mahasiswa, komunitas, serta delegasi internasional. Kehadiran acara ini diyakini dapat mempercepat transformasi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia sekaligus pusat pendidikan halal yang kompetitif di tingkat global.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, PHI 2026 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin pengembangan ekonomi halal dunia dengan dukungan pendidikan yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi masa depan. (ck, Foto: RM)


















