BeritaInfoJitu, Jakarta – D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 resmi dibuka untuk mendorong penguatan kerja sama ekonomi halal, rantai nilai halal, serta jejaring bisnisantar-negara anggota Developing 8 Organization for Economic Cooperation atau D-8 (Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, Turki). Kegiatan ini berlangsung di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta, pada 8–12 Juli 2026.
D-8 Halal Expo Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai katalis penguatan ekonomi halal dunia dengan mendorong negara-negara anggota Developing-8 (D-8) menjadi kekuatan baru dalam ekosistem halal global. Ajang internasional ini tidak hanya menjadi wadah promosi produk dan jasa halal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi strategis di bidang perdagangan, investasi, industri, hingga pengembangan teknologi halal.
Mengusung semangat memperkuat sinergi antarnegara anggota D-8 yang terdiri dari Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki, pameran ini mempertemukan pelaku usaha, investor, regulator, akademisi, serta komunitas industri halal dari berbagai negara. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu melahirkan kerja sama konkret yang memperkuat daya saing industri halal di pasar internasional.

D-8 Halal Expo Indonesia menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi halal dunia. Dengan potensi pasar yang besar, didukung populasi muslim yang terus bertumbuh serta meningkatnya permintaan terhadap produk dan layanan halal, Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi penggerak utama dalam rantai pasok halal global.
Selain menghadirkan ratusan peserta pameran dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, fesyen muslim, kosmetik, farmasi, keuangan syariah, hingga pariwisata halal, D-8 Halal Expo Indonesia juga diramaikan dengan forum bisnis, seminar internasional, business matching, serta diskusi mengenai inovasi dan transformasi industri halal.
Forum-forum tersebut menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, menjajaki peluang ekspor, sekaligus membangun kemitraan lintas negara yang mampu meningkatkan nilai perdagangan di antara negara anggota D-8.
Penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia juga diharapkan dapat mempercepat integrasi ekonomi halal antarnegara anggota melalui harmonisasi standar, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan industri halal. Langkah tersebut dinilai penting agar negara-negara D-8 mampu tampil lebih kompetitif di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi halal global.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.Salah satu jalannya adalah dengan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia dengan duniaIslam, termasuk melalui pengembangan ekonomi halal,” ujar Wamenlu Anis Matta.

Lebih dari sekadar pameran dagang, D-8 Halal Expo Indonesia menjadi simbol komitmen bersama untuk membangun ekosistem halal yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi. Melalui kolaborasi yang semakin erat, negara-negara anggota D-8 diharapkan mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar, memperluas akses pasar internasional, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, D-8 Halal Expo Indonesia optimistis dapat menjadi penggerak lahirnya kekuatan baru ekonomi halal global yang berpusat pada negara-negara anggota D-8, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai tuan rumah yang aktif mendorong pertumbuhan industri halal dunia. (CK, Foto : CK)
















