BeritaInfoJitu, Jakarta – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi halal dunia melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang akan berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta. Mengusung semangat konvergensi diplomasi, perdagangan, dan budaya halal global, ajang ini diproyeksikan menjadi pameran halal terbesar di Indonesia sekaligus salah satu yang paling strategis di kawasan Senayan Jakarta.
D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi antar negara anggota D-8 maupun mitra internasional. Pameran ini akan menghadirkan ribuan pelaku usaha, investor, pembeli, pemerintah, akademisi, hingga komunitas halal dari berbagai negara dalam satu platform kolaboratif yang membuka peluang investasi, perdagangan, dan inovasi lintas sektor.
Diselenggarakan oleh PT Angan Kreasi Semesta (Skyconnection) dengan dukungan Kementerian Luar Negeri RI, KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah),BPJPH, serta KADIN Indonesia, penyelenggaraan tahun ini menjadi bagian dari rangkaianresmi D-8 Summit 2026. Mengusung tema “Strengthening D-8 Halal Economy ThroughInternational Collaboration”, D-8 Halal Expo Indonesia hadir sebagai wadah untukmemperkuat kerja sama ekonomi halal antarnegara sekaligus membuka akses menuju pasarhalal global.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, Halal Expo Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Debutnya di Jakarta Convention Center (JCC) menghadirkan sekitar 100 exhibitor dan 5.000 pengunjung. Pada penyelenggaraan tahun 2024, expo ini berhasil menarik lebih dari 41.000 pengunjung dari 140 negara, memperkuat posisinya sebagai salah satu ajang industri halal terbesar di kawasan itu.
Tahun ini, partisipasi internasional kembali menjadi salah satu kekuatan utama D-8 Halal ExpoIndonesia. Hingga saat ini, sejumlah negara telah mengkonfirmasi keikutsertaan, di antaranya Pakistan, Iran, Bangladesh, Malaysia, dan Nigeria.
Kehadiran country pavilion, pelaku usaha,serta perusahaan dari sektor halal diharapkan semakin memperkuat peluang kolaborasi daninvestasi lintas negara.
Mengusung konsep yang lebih komprehensif, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menghadirkan empat program utama yang dirancang untuk mendorong kolaborasi bisnis, pertukaran pengetahuan, dan promosi budaya. Pameran (Exhibition) akan terbagi ke dalam dua zona utama. Zone A yang berlokasi di Main Hall difokuskan sebagai area B2B dengan menghadirkan paviliun internasional dari berbagai negara serta exhibitor sektor halal. Sementara itu, Zone B di area outdoor akan menjadi lokasi penyelenggaraan Cultural Festival dan Cultural Performance. Dengan kapasitas lebih dari 100 booth, pameran ini ditargetkan menarik lebih dari 5.000 pengunjung.
Business Matching, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 akan mempertemukan pelaku usaha, buyer internasional, dan delegasi bisnis dari berbagai negara. Seluruh proses business matching difasilitasi secara digital melalui platform yang didukung oleh Wasabih dan Appsaya, sehingga memperluas peluang kerja sama bisnis secara lebih efektif.
D-8 HEI Talk akan menghadirkan lebih dari 15 sesi talkshow dan diskusi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi dan keuangan syariah, industri halal, pariwisata halal, hingga kewirausahaan muda. Sesi-sesi ini akan menghadirkan pembicara dari berbagai negara serta institusi nasional dan internasional. D-8 HEI Cultural Festival menjadi wujud bahwa industri halal tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga tentang budaya dan gaya hidup. ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, fesyen muslim, keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, hingga teknologi dan layanan halal. Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat rantai nilai halal global.
D-8 HEI Talk akan menghadirkan lebih dari 15 sesi talkshow dan diskusi yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi dan keuangan syariah, industrihalal, pariwisata halal, hingga kewirausahaan muda. Sesi-sesi ini akan menghadirkan pembicara dari berbagai negara serta institusi nasional dan internasional.D-8 HEI Cultural Festival menjadi wujud bahwa industri halal tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga tentang budaya dan gaya hidup ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, fesyen muslim, keuangan syariah, pariwisata ramah muslim, hingga teknologi dan layanan halal. Kehadiran pelaku industri dari berbagai negara diharapkan mampu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat rantai nilai halal global.
Penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026 juga menjadi bagian dari upaya Indonesia dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi halal internasional. Melalui kolaborasi lintas negara, Indonesia ingin memperluas jejaring perdagangan, meningkatkan investasi, serta memperkenalkan potensi industri halal nasional kepada pasar global.
Selama lima hari pelaksanaan, ribuan pengunjung dari dalam maupun luar negeri diperkirakan akan memadati kawasan Senayan untuk mengikuti berbagai agenda bisnis, edukasi, hingga pertunjukan budaya. Kehadiran para delegasi internasional, pelaku usaha, investor, dan masyarakat umum diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai hub ekonomi halal dunia.
Dengan mengusung tema besar konvergensi diplomasi, perdagangan, dan budaya halal global, D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diyakini tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga menjadi katalisator lahirnya kerja sama ekonomi baru yang berkelanjutan, memperkuat konektivitas antarnegara, serta membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi pelaku industri halal di tingkat internasional. (ck, Foto: HEI 2026)















