BeritaInfoJitu, Tangerang – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi menutup penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dengan capaian potensi transaksi yang mencapai USD 22,94 miliar.
Angka tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan ekspor nasional sekaligus meningkatnya peluang produk Indonesia menembus pasar global.
Penutupan TEI ke-41 menandai berakhirnya salah satu ajang promosi perdagangan internasional yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara. Melalui pameran ini, produk-produk unggulan nasional mendapatkan ruang lebih luas untuk diperkenalkan, dipromosikan, dan dijajaki kerja sama bisnisnya di pasar internasional.
Potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai mitra dagang yang kompetitif di tengah dinamika perdagangan dunia.
Capaian ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan nilai tambah produk, serta memperbesar kontribusi ekspor terhadap perekonomian.
TEI tidak hanya menjadi ajang memamerkan produk unggulan Indonesia, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan eksportir nasional dengan buyer internasional. Pertemuan bisnis yang berlangsung selama pameran diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kontrak dagang dan transaksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi dunia usaha.
“Selama lima hari penyelenggaraan TEI ke-41, nilai transaksi mencapai USD 22,94 miliar, melampaui target USD 17,5 miliar. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari eksportir, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, hingga para pemangku kepentingan,” ujar Mendag Busan dalam konferensi pers penutupan TEI, Minggu, (18/10) di ICE BSD City.

Keberhasilan membangun koneksi bisnis lintas negara menjadi salah satu kunci dalam memperluas akses pasar produk Indonesia. Karena itu, tindak lanjut terhadap potensi transaksi yang tercatat selama TEI menjadi langkah penting agar peluang yang telah terbuka dapat direalisasikan secara optimal.
Bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ajang seperti TEI juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan eksposur produk, memahami kebutuhan pasar global, serta membangun kepercayaan buyer internasional terhadap kualitas dan daya saing produk Indonesia.
Dengan berakhirnya TEI ke-41, perhatian kini tertuju pada realisasi potensi transaksi USD 22,94 miliar tersebut. Optimalisasi tindak lanjut kerja sama bisnis diharapkan mampu memperkuat kinerja ekspor, memperluas pasar tujuan, dan mendorong semakin banyak produk Indonesia menjadi pilihan konsumen dunia.
Capaian ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang perdagangan internasional.
Melalui promosi yang konsisten, perluasan jejaring bisnis, dan peningkatan daya saing produk, Indonesia diharapkan semakin mampu memperkuat perannya dalam rantai perdagangan global. (ck, Foto : Dok.Pribadi)















