BeritaInfoJitu.com, Tangerang – Pemerintah terus menggenjot ekspor nasional melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, pameran dagang internasional ini menargetkan potensi transaksi sebesar US$ 17,5 miliar sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan nilai tambah produk nasional, serta mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli internasional. TEI 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober 2026 dengan target 30.000 pengunjung.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa TEI merupakan salah satu instrumen strategis untuk membuka peluang perdagangan baru dan memperluas jangkauan produk Indonesia ke berbagai negara.
Pada pembukaan pameran, tercatat sebanyak 1.873 peserta pameran dan 16.885 pembeli telah terdaftar, termasuk 8.092 pembeli luar negeri yang berasal dari 134 negara. Antusiasme tersebut menjadi peluang bagi eksportir nasional untuk membangun kemitraan bisnis sekaligus menjajaki pasar-pasar potensial.
“TEI menjadi salah satu program untuk menjaring peluang ekspor yang lebih luas dengan mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli mancanegara,” ujar Budi Santoso selaku Menteri Perdagangan.
Perluas Pasar, Perkuat Daya Saing Produk Nasional
Pemerintah tidak hanya mengejar nilai transaksi, tetapi juga mendorong perluasan negara tujuan ekspor dan peningkatan daya saing produk Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui penguatan promosi dagang, penjajakan bisnis, serta pemanfaatan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Berbagai produk unggulan nasional ditampilkan dalam TEI 2026, mulai dari makanan dan minuman, produk pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, hingga furnitur, dekorasi rumah, serta kawasan industri. Keberagaman produk tersebut mencerminkan potensi Indonesia untuk memasok kebutuhan pasar internasional dari berbagai sektor.
Upaya memperluas pasar juga didukung oleh diplomasi perdagangan dan perjanjian dagang. Pemerintah terus membuka akses ke pasar baru melalui perundingan perdagangan dengan berbagai negara dan kawasan. Hingga pembukaan TEI 2026, Kementerian Perdagangan menyebutkan 25 perjanjian dagang telah terimplementasi, sementara 13 lainnya masih dalam proses perundingan.
Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global di tengah dinamika perdagangan dunia.
UMKM Didorong Menembus Pasar Internasional
TEI 2026 juga menjadi kesempatan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kapasitas ekspor. Melalui fasilitasi business matching, pelaku usaha lokal dapat bertemu langsung dengan calon pembeli dari berbagai negara, mengenalkan produk, serta menjajaki kerja sama komersial.
Bagi UMKM yang baru merintis ekspor, pertemuan dengan pembeli internasional dapat menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan pasar, standar produk, dan persyaratan perdagangan lintas negara. Sementara bagi eksportir berpengalaman, ajang ini membuka peluang memperluas pasar tujuan dan meningkatkan volume penjualan.
Pemerintah juga mendorong agar promosi produk tidak berhenti selama pameran berlangsung. Penjajakan bisnis sebelum acara, pertemuan langsung selama pameran, serta pemantauan tindak lanjut kontrak dagang menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan peluang transaksi.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan permohonan maaf Presiden Prabowo Subianto karena berhalangan hadir dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City.
“Namun karena ada satu dan lain hal sehingga kami diperintahkan untuk mewakili Bapak Presiden dalam membacakan sambutan. Karena itu Bapak Presiden memohon maaf,” ujar Bahlil saat mengawali sambutannya.
Bahlil kemudian menegaskan bahwa naskah sambutan Presiden harus dibacakan sesuai teks yang telah disiapkan.
“Ini mohon maaf saya harus baca, tidak boleh kurang dan tidak boleh tambah,” katanya.
Dalam sambutan Presiden yang dibacakannya, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, memperkuat kemandirian ekonomi, serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.
Terkait penyelenggaraan TEI 2026, Bahlil juga mendorong agar capaian transaksi dapat melampaui target yang telah ditetapkan sebesar US$ 17,5 miliar.
“Saya mendapatkan laporan dari Menteri Perdagangan dan tim bahwa kita menargetkan total transaksi Trade Expo Indonesia tahun 2026 sebesar US$ 17,5 miliar,” ujar Bahlil.
Ia berharap TEI menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor, memperkuat kemitraan perdagangan internasional, serta meningkatkan kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Target Transaksi Harus Berujung pada Ekspor Berkelanjutan
Target transaksi US$ 17,5 miliar menunjukkan besarnya harapan pemerintah terhadap TEI 2026. Namun, keberhasilan pameran tidak hanya ditentukan oleh nilai kesepakatan yang tercapai, melainkan juga oleh realisasi kontrak, kesinambungan pesanan, dan kemampuan eksportir mempertahankan pasar internasional.
Pada penyelenggaraan TEI 2025, nilai transaksi tercatat mencapai US$ 22,83 miliar, melampaui target awal sebesar US$ 16,5 miliar. Capaian tersebut menjadi salah satu landasan optimisme pemerintah dalam menetapkan target TEI tahun ini.
“Pasar kita sekarang berkembang ke negara-negara mitra yang baru, yang kita tidak perkirakan ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan. Asia Selatan itu paling tinggi surplus itu Asia Selatan. Di sini ada Bangladesh, ada Pakistan, ada India,” ujar Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Ia juga menyoroti peluang ekspor produk Indonesia ke kawasan Afrika, terutama produk pakaian yang dinilai memiliki daya saing dari sisi harga.
“Afrika juga banyak Pak Bahlil, bagus sekali sekarang Afrika itu juga pakaian-pakaian kita laku karena harganya murah. Bukan murah, harganya ekonomis,” katanya.
Menurut Zulkifli, perkembangan pasar di Asia Selatan dan Afrika menunjukkan bahwa peluang ekspor Indonesia tidak hanya bergantung pada negara-negara tujuan tradisional. Pasar-pasar baru tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan perdagangan apabila dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha nasional.
Dengan memperkuat promosi dagang, memperluas jaringan pembeli, dan meningkatkan keterlibatan UMKM, TEI 2026 diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekspor nasional. Lebih dari sekadar pameran, ajang ini menjadi momentum untuk membawa produk lokal naik kelas, memperluas pasar internasional, serta meningkatkan kontribusi perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ke depan, tantangan utamanya adalah memastikan peluang yang terbangun selama TEI benar-benar menghasilkan transaksi yang terealisasi dan hubungan dagang jangka panjang. Dengan demikian, target US$ 17,5 miliar tidak hanya menjadi angka pencapaian, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekspor Indonesia. (CK, Foto :ED)
















