BeritaInfoJitu, Jakarta – Menemukan bintik-bintik hitam pada susu bubuk tentu bisa membuat siapa pun khawatir, terutama bagi orang tua yang rutin memberikan susu kepada anak. Tak sedikit yang langsung mengira bahwa bintik tersebut merupakan tanda susu telah rusak, tercemar, atau tidak layak dikonsumsi. Namun, benarkah demikian?
Faktanya, kemunculan bintik hitam pada susu bubuk tidak selalu menandakan produk tersebut berbahaya. Ada beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan munculnya bintik tersebut, mulai dari proses produksi hingga kondisi penyimpanan.
Salah satu penyebab yang mungkin terjadi adalah proses pemanasan selama pengolahan susu. Pada tahap produksi, susu mengalami proses pengeringan dengan suhu tertentu. Dalam kondisi tertentu, partikel susu dapat mengalami perubahan warna akibat reaksi panas sehingga terlihat sebagai bintik kecokelatan hingga kehitaman.
Selain itu, kemungkinan lain adalah adanya partikel bahan baku yang mengalami perubahan warna atau penggumpalan selama proses pengolahan. Meski demikian, penyebab bintik hitam tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan penampilan visual.
Perhatikan Kondisi Susu Sebelum Dikonsumsi
Meskipun tidak semua bintik hitam menunjukkan kerusakan, konsumen tetap perlu berhati-hati. Perubahan warna yang tidak biasa, bau tengik atau asam, tekstur menggumpal akibat kelembapan, serta kemasan yang rusak patut menjadi perhatian.
Jika menemukan bintik hitam yang tidak biasa, sebaiknya hentikan penggunaan sementara dan periksa informasi pada kemasan, termasuk tanggal kedaluwarsa, nomor izin edar, serta kondisi segel produk.
Konsumen juga disarankan untuk menghubungi layanan konsumen produsen dengan menyertakan foto produk, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa agar penyebabnya dapat ditelusuri lebih lanjut.
Menanggapi fenomena ini, Prof. Dr.-Ing. Azis Boing Sitanggang, STP, MSc, akademisi bidang teknologi pangan dari IPB University, menjelaskan bahwa pembuatan susu bubuk melibatkan serangkaian tahapan yang terkontrol, mulai dari pencampuran bahan, pemanasan, hingga pengeringan. Salah satu teknologi yang umum digunakan adalah spray drying atau pengeringan semprot.
“Melalui teknologi spray drying, susu cair diubah menjadi bubuk dengan memanfaatkan udara panas dalam waktu singkat. Menariknya, penguapan air membantu menjaga suhu partikel susu tetap lebih rendah dibandingkan suhu udara pengering, sehingga paparan panas terhadap komponen gizinya relatif ringan,” ujar Prof. Azis.
Jangan Abaikan Cara Penyimpanan
Penyimpanan turut berperan penting dalam menjaga kualitas susu bubuk. Produk sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah kemasan dibuka, pastikan wadah selalu tertutup rapat dan gunakan sendok yang bersih serta kering.
Paparan udara dan kelembapan dapat memengaruhi kualitas susu bubuk, bahkan meningkatkan risiko kontaminasi.
Bijak Menyikapi, Jangan Langsung Panik
Pada dasarnya, bintik hitam pada susu bubuk bukanlah sesuatu yang bisa langsung dinyatakan aman ataupun berbahaya tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Identifikasi penyebabnya memerlukan penelusuran terhadap proses produksi, bahan baku, hingga kondisi penyimpanan.
Karena itu, jangan buru-buru panik, tetapi jangan pula mengabaikannya. Pastikan produk dalam kondisi baik dan segera konsultasikan kepada produsen apabila menemukan perubahan yang mencurigakan.
Sebab, menjaga keamanan pangan bukan hanya soal memilih produk berkualitas, tetapi juga memahami kondisi produk sebelum dikonsumsi. (ck, Foto: ck)



















