BeritaInfoJitu, Manokwari Selatan – Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) hari ini merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 sejak resmi dimekarkan pada 17 November 2012. Puncak perayaan yang digelar di Lapangan Kantor Bupati di Ransiki berlangsung meriah dan penuh khidmat, dihadiri oleh Bupati, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan ribuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Manokwari Selatan, Bapak Bernard Mandacan.S.IP, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 13 tahun Mansel sebagai daerah otonom. Beliau menekankan bahwa usia ke-13 merupakan momentum penting untuk memperkokoh identitas sebagai negeri Arfak sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan yang telah diraih.
”13 tahun adalah usia yang matang bagi sebuah kabupaten. Kita telah melewati berbagai tantangan, namun semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Manokwari Selatan tidak pernah padam. Di momen Dirgahayu ini, saya mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari birokrasi, tokoh adat Suku Sough, Sough Bohon, Hatam, dan Kuri Wamesa, hingga seluruh suku Nusantara yang berdomisili di Mansel, untuk terus bersatu. Kita wujudkan visi pembangunan yang berfokus pada kemandirian ekonomi lokal, peningkatan kualitas SDM, dan pelestarian nilai-nilai budaya Arfak,” ujar Bupati.

Rangkaian Kegiatan Meriahkan Dirgahayu
Rangkaian kegiatan HUT ke-13 Mansel telah dimulai sejak beberapa hari lalu, menunjukkan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya daerah. Beberapa kegiatan yang berhasil menarik perhatian meliputi:
Pawai Budaya Nusantara: Sebanyak 38 kontingen yang terdiri dari OPD, institusi pendidikan, dan perwakilan suku-suku asli maupun suku-suku Nusantara, memamerkan keanekaragaman budaya dalam pawai yang memukau.
Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR): Kegiatan keagamaan ini digelar untuk memperkuat iman dan pembaruan rohani masyarakat menjelang hari jadi, sebagaimana ditekankan oleh Pemerintah Daerah Mansel.
Ziarah ke Makam Tokoh Pemekaran: Bupati memimpin langsung ziarah ke makam para tokoh yang berjasa dalam upaya pemekaran Kabupaten Manokwari Selatan, sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan sejarah perjuangan daerah.

Fokus Pembangunan Masa Depan
Mengakhiri sambutannya, Bupati juga menyoroti pentingnya fokus pada potensi unggulan daerah, khususnya sektor pertanian dan perkebunan, serta pariwisata yang berbasis kearifan lokal.
”Mansel memiliki potensi alam yang luar biasa. Kita harus memastikan generasi muda kita menjadi motor penggerak pembangunan. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kita yakin Manokwari Selatan akan menjadi kabupaten yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.
Perayaan HUT ditutup dengan penampilan tari-tarian tradisional dari berbagai suku, menegaskan komitmen Manokwari Selatan sebagai rumah bersama bagi seluruh rakyatnya. (ck, foto. Dok. Pribadi)













